Saat musim penghujan, laron seringkali laron berdatangan ke pusat cahaya lampu di rumah. Terkadang sangat mengganggu, bagaimana tidak. Selain beterbangan di sekitar lampu, laron yang sayapnya lepas bisa berjalan bebas di lantai rumah.
Keberadaan laron di rumah ternyata tidak bisa dianggap remeh. Mengapa demikian? Karena laron ini menunjukkan tanda adanya rayap di rumah kita. Pertanyaannya, apakah laron dan rayap adalah serangga yang sama? Jawabnya adalah Ya.

Ada laron apakah pertanda ada rayap?
Saat ada pertanyaan, apakah munculnya laron di rumah merupakan tanda adanya sarang rayap yang aktif? Jawabannya adalah Ya.
Jadi laron sebenarnya merupakan kasta rayap yang sudah siap untuk reproduksi dan membangun koloni baru. Bisa dibilang Laron merupakan bagian awal dari proses munculnya rayap.
Munculnya ribuan laron yang mengerumuni cahaya di dalam ruangan bukan sekadar fenomena biasa terjadi di musim hujan. Ini juga menjadi pertanda kalau di struktur bangunan atau pondasi rumah terdapat sarang rayap yang sudah matang dan besar Jika laron muncul dari celah lantai atau dinding rumah, maka segera hubungi jasa anti rayap untuk mencegah kerusakan struktural yang lebih parah.
Laron Adalah “Utusan” dari Koloni yang Sudah Besar

Seringkali kita beranggapan kalau laron yang beterbangan dan sayapnya lepas akan mati begitu saja dengan sendirinya. Padahal ternyata tidak seperti itu.
Laron yang beterbangan adalah rayap dewasa yang berada fase reproduktif yang tertarik pada cahaya. Sehingga tak heran jika saat ada laron, mereka mendatangi cahaya. Saat laron-laron ini beterbangan dan menemukan pasangannya (jantan dan betina), maka akan melepaskan sayapnya dan siap membentuk koloni baru. Pasangan ini menjadi raja dan ratu bagi koloninya,
Hal unik dan penting yang perlu diketahui dari adanya laron sehingga tidak menganggapnya remeh yaitu:
Kematangan Koloni
Rayap hanya akan menghasilkan laron (kasta reproduksi) jika koloni mereka sudah berusia minimal 3 hingga 5 tahun dan memiliki anggota koloni yang sangat banyak.
Pembentukan Koloni Baru
Laron yang berhasil menemukan pasangan akan masuk ke celah-celah tanah atau kayu di rumah Anda, melepaskan sayapnya, dan menjadi “Raja dan Ratu” baru yang siap memproduksi ribuan pekerja untuk memakan bangunan Anda.
Setelah mengetahu tentang laron dan rayap yang ternyata tidak hanya mengganggu, namun juga bisa membawa ancaman serius bagi bangunan rumah Anda, maka harus diambil tindakan tepat untuk mengatasinya.
Memutus Siklus Hidup Rayap Bersama Fumida
Hal yang paling sering orang lakukan saat laron berdatangan adalah dengan mematikan lampu atau menyiram air. Ternyata ini hanyalah solusi sementara. Bagaimana cara memutus siklus sehingga menjadi solusi jangka panjang? Fumida menawarkan solusi jangka panjang untuk memutus siklus ini untuk Anda:
Menggunakan jasa Fumida maka tidak perlu khawatir akan muncul lagi di kemudian hari, karena proses yang dilakukan begitu detail mencakup beberapa proses, yaitu
Inspeksi Jalur Keluar
Tim Fumida akan melacak dari mana laron tersebut keluar untuk menemukan titik pusat sarang sehingga betul-betul di atasi sampai sarangnya.
Treatment Pra & Pasca Konstruksi
Saat treatment tim akan menciptakan barier kimia. Tujuannya agar laron yang ingin masuk ke tanah tidak bisa bertahan hidup.
Eliminasi Koloni Induk
Tahap yang tak kalah penting saat proses penanganan adalah tim akan menggunakan termitisida sistemik. Tujuannya untuk memastikan koloni yang mengirimkan laron tersebut musnah hingga ke ratunya.
Itulah cara memutus siklus rayap jangka panjang bersama Fumida yang bisa menjadi solusi untuk bangunan rumah Anda agar aman dari ancaman rayap.
Sayap Laron yang Menjadi Tanda Bahaya

Ada sebuah insight menarik seputar laron ini. Suatu hari seorang klien Fumida sering menemukan tumpukan sayap laron di sudut jendela setiap pagi setelah hujan. Ia mengira itu hanya kotoran biasa. Namun, saat tim Fumida datang melakukan pengecekan, ternyata sayap-sayap tersebut adalah tanda bahwa laron telah berhasil masuk ke bawah lantai parat (parquet) miliknya dan mulai membangun sarang baru yang sudah merusak area seluas 5 meter persegi.
- 1%: Persentase laron yang berhasil bertahan hidup dan menjadi ratu baru (namun 1% ini sudah cukup untuk menghancurkan satu bangunan).
- 30.000 Telur: Kapasitas produksi telur per hari dari seekor ratu rayap yang baru terbentuk dari sepasang laron adalah 30.000 telur.
Bisa dibayangkan, bagaiaman laron yang selama ini dianggap enteng ternyata bisa menjadi tanda adanya bahasa di rumah Anda..
Mengapa Laron Keluar Saat Musim Hujan?
Laron biasanya keluar saat musim hujan, namun tahukah Anda alasan mengapa ini terjadi? Ternyata ada beberapa faktor yaitu:
Kelembapan Tinggi
Rayap membutuhkan tanah yang basah untuk memudahkan laron menggali lubang sarang baru.
Fototaksis Positif
Laron tertarik pada cahaya untuk berkumpul dan mencari pasangan dari koloni lain agar bisa melakukan perkawinan silang (cross-breeding).
Jadi, itulah alasan yang perlu Anda tahu tentang kenapa laron banyak keluar di musim hujan.
Apa hal lain yang perlu Anda ketahui?
Selain hal di atas, ada beberapa hal lain yang perlu Anda ketahui berhubungan dengan laron yaitu
1. Kenapa laron mati setelah sayapnya lepas?
Tidak semua mati. Laron yang mati adalah mereka yang gagal menemukan pasangan atau gagal menemukan tempat lembap untuk bersembunyi.
2. Apakah laron menggigit?
Tidak, laron tidak memiliki rahang untuk menggigit manusia, fokus utama mereka adalah reproduksi.
3. Kapan harus memanggil Fumida?
Segera setelah Anda melihat laron keluar dari celah bangunan atau menemukan tumpukan sayap di dalam rumah.






Leave a Comment